Membangun Karakter Siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI)

Heni Listiyana

Abstract


Abstrak: Ibarat kertas putih yang kosong, bersih dan tidak ternoda begitulah anak-anak dilahirkan. Ia diciptakan dengan membawa fitrah[1] dari tuhan yang maha esa. Setiap anak memiliki kelebihan dan kekurangan, oleh karenanya tugas lingkungan (baca: orang tua, keluarga guru dan lain-lain) memberikan rangsangan positif bagi perkembangan dan pertumbuhannya.

Membangun karakter anak atau siswa harus dilakukan sejak dini melalui pemberian contoh, pembiasaan diri dan pengontrolan. Tugas pendidikan adalah memberikan rangsangan atau stimulus kepada siswa agar ada perubahan pada diri siswa atau anak baik kognitif, afektif maupun psikomotoriknya.

Umumnya anak usia MI, memilki tingkat ketergantungan tinggi kepada lingkungannya, mereka juga senang meniru atau menjadi seperti yang mereka idolakan. Jika guru telah menjadi idola maka apapun yang dilakukan guru merupakan kebenaran yang harus ia tiru atau miliki. Dan nilai-nilai yang mereka dapat selama usia MI ini sifatnya lebih kekal. Karena apa yang dipelajari diwaktu kecil diibaratkan tulisan di atas batu yang sulit untuk dihapus. Merubah anak kecil lebih mudah dari pada merubah orang dewasa, jiwa anak masih polos dan mudah untuk menanamkan nilai.

Kata Kunci: Membangun Karakter dan Siswa Madrasah Ibtidaiyah


 


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 3.0 License.